Candi Ijo – Candi Dengan Dataran Tertinggi Di Yogyakarta | Wisatajalan.com

Posted on

Candi Ijo – menyusuri jalanan yang menuju ke bagian arah selatan kompleks Istana Ratu Boko merupakan sebuah perjalanan yang tentu sangat mengasyikan, terutamanya bagi para pecinta wisata Budaya. Bagaimana tidak, karena bangunan candi di tempat ini bertebaran seperti cendawan pada saat musim hujan.

Contoh salah satunya adalah candi Ijo, candi ini masih belum banyak di bicarakan orang-orang, candi Ijo adalah sebuah candi yang terletak paling tinggi dari candi-candi lain yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Asal Usul Candi Ijo

gambar candi ijo
candi ijo fhoto by quote_senja

Candi Ijo di bangun pada abad ke-9, yang ada di sebuah bukit yang lebih dikenal dengan Bukit Hijau atau juga Gumuk Ijo yang ketinggian mencapai 410 meter dari permukaan laut. Karena ketinggian itulah, tidak hanya bangunan candi yang bisa dinikmati akan tetapi pemandangan alam yang ada di bawah berupa teras-teras seperti berada di daerah pertanian dengan kemiringan yang sangat curam.

Walaupun bukan merukapan daerah yang subur, pemandangan alam di sekitar candi ini sangatlah indah sekali dan tentu sangat sayang untuk dilewatkan.

Kompleks candi ini terdiri dari 17 struktur bangunan yang dibagi menjadi 11 teras berundak. Untuk di teras pertama sekaligus halaman yang menuju ke pintu masuk adalah teras berundak yang arah membujur dari arah barat ke arah timur.

Sedangkan untuk bangunan teras ke-11 berupa pagar keliling, delapan buah lingga patok, sedangkan untuk empat bangunan lain yaitu candi utama, dan tiga candi Perwara. Peletakan bangunan di setiap teras berdasarkan kesakralannya. Sedangkan untuk bangun pada teras tertinggi ialah yang paling sakral.

Beragam bentuk seni rupa akan banyak kita jumpai mulai dari pintu masuk bangunan yang tergolong Candi Hindu ini. Berada tepat di atas pintu masuk ada sebuah kala makara dengan motif kepala ganda dan dilengkapi dengan beberapa atribut lainnya.

Motif kepala ganda dan atribut bisa kita jumpai juga di Candi Buddha yang menunjukkan kalau candi itu merupakan bentuk akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha. Beberapa dari candi yang mempunyai motif kala makara ada juga seperti Ngawen, Sari dan plaosan.

Selain itu ada juga arca yang menggambakan sebuah sosok perempaun dan juga laki-laki yang mengarah dan melayang pada posisi-posisi tertentu. Sosok seperti ini bisa mempunyai beberapa makna.

Makna pertama, bisa berbentuk sebagai Suwuk yang berfungsi untuk mengusir roh-roh jahat dan yang kedua berfungsi sebagai lambang persatuan Dewa Siwa dan Dewi Uma. Persatuan seperti ini mempunyai makna sebagai awal dari terciptanya alam semesta. Maka beda pula dengan arca di Candi Prambanan, corak naturalis arca di Candi Ijo tidaklah mengarah kepada erotisme.

Jika teman-teman menuju ke bangunan candi Perwara di teras ke-11, ditempat ini terdapat sebuah tempat yang menyerupai bak tempat api pengorbanan atau yang biasa disebut dengan Homa. Tepat di atas bagian tembok belakang bak ada lubang-lubang udara atau ventilasi yang menyerupai jajar genjang dan segitiga.

Terdapatnya tempat api pengorbanan adalah tanda dari masyarakat Hindu yang memuja Brahma. Tiga candi perwara ini menunjukan penghormatan dari masyakarat terhadap Hindu Trimurti, yang bernama whisnu, Brahma, dan Siwa.

Baca juga :

Misteri Candi Ijo

Seperti salah satu karya yang mempunyai misteri ialah dua buah prasasti yang berada di bangunan candi di teras ke-9. Salah satu prasasti tersebut yang mempunyai kode F mempunyai tulisan Guywan atau Bluyutan yang mempunyai arti pertapaan.

Salah satu prasasti lain yang terbuat dari batu yang mempunyai ukuran tingginya mencapai 14 cm dan dengan ketebalan 9 cm dan dilengkapi dengan mantra-mantra yang dipercaya berupakan kutukan.

Mantra tersebut telah ditulis sebanyak 16 kali dan ada juga yang terbaca seperti “ Sarwwawinasa, Om Sarwwawinasa. Kedua prasasti ini bisa jadi sangat erat terhadap terjadinya peristiwa tertentu di Jawa kala itu, sebenarnya peristiwa tersebut belum pernah terkuak.

Mengunjungi candi ini, para pengunjung bisa menjumpai pemandangan indah yang tidak mungkin akan bisa di jumpai di candi-candi lainnya. Pada saat teman-teman menghadap ke arah barat dan memandang ke arah bawah, kalian juga akan bisa melihat pesawat yang akan take off dan landing di Bandara Adisutjipto.

Pemandangan seperti ini bisa kita jumpai tentu karena pegungungan seribu tempat berdiri candi inillah yang menjadi pembatas dari bagian timur Bandara. Karena terdapat candi di pegunungan ini, landasan Bandara Adisutjipto tidak bisa lagi di tambah ke arah timur.

Setiap detail dari candi ini menyuguhkan sesuatu yang sangat bermakna dan akan mengajak penikmatnya untuk bisa berefleksi, sehingga kunjungan ke tempat ini tidak hanya sekedar bersenang-senang.

Ada banyak sekali jenis karya seni rupa hebat yang tanpa disertai nama pembuatnya hal inilah yang menunjukan pandangan masyarakat Jawa yang kala itu lebih mnitikberatkan untuk pesan-pesan moral yang di bawa oleh suatu karya seni, bukan karena sang pembuat atau kemegahan karya seni tersebut.

Rute Candi Ijo

Untuk rute candi ijo mempunyai lokasi yang tidaklah jauh dari pusat kota yogyakarta hanya berjarak sekitar 18 km.

Harga Tiket Masuk Candi Ijo

Tiket Masuk/orang Rp 5.000

Dengan biaya masuk yang tidak terlalu mahal dan sangat terjangkau, para pengunjung bisa melihat arsitektur megah dari candi ijo, selain itu teman-teman juga bisa melihat pemandangan disekitar dari bukit yang sangat indah ditambah sunset candi ijo di sore hari.

Demikianlah ulasan dari wisatajalan.com semoga artikel ini bisa membantu teman-teman yang ingin berkunjung ke tempat ini.

Baca juga tempat wisata menarik lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *